Kamis, 21 Oktober 2010

I Wish You Were Here

Far away from you is hard for me... sometime...

Minggu, 17 Oktober 2010

PRT oh... PRT...

Dilema.

Setengah mati nyari pembantu yang cocok gajinya, setelah dapet, ternyata service gak memuaskan. Pembantu-ku yg pertama sebenarnya sangat memuaskan, tapi dia keterima kerja di pabrik kayu which is, better job for her. Gak mungkin kan aku halangin.... Eh begitu dapet gantinya... (mungkin juga karena aku terlalu ngebandingin sama yang pertama) out of my expectation.
Pengen ganti sih, tapi susah juga, harus penyesuaian lagi. Iya, kalo dapet yg lebih oke, lah kalo lebih parah?

Beside, I almost giving birth my first baby... otomatis pembantu yang sekaligus ngerangkap nanny sangat-sangat dibutuhin.

Kadang sering kepikiran untuk berhenti kerja. Totalitas ngurusin baby, dan bisa ngumpul sm suami. Tapi, secara (actually, i hate using this word hehehe...) kami adalah keluarga baru yang keadaan keuangan kami belum stabil, I need to make money too... Apalagi dengan akan hadirnya--yang ditunggu-tunggu-- si baby, kebutuhan pasti akan meningkat.

Aaaaarrg... dizzy...

Rabu, 13 Oktober 2010

Hamil dan Es


Buat temen-temen yang lagi hamil atau yang sudah pernah hamil, pasti deh pernah denger kata orang-orang tua kalo kita...para perempuan hamil, dilarang minum es. Baik itu es krim, air es, es campur...pokoknya es deh... dengan alasan, nanti baby-nya jadi gede.

Ini pun saya alami. Mertua dan orang-orang sekitar saya melarang saya untuk minum es dengan alasan yang sama, "nanti baby nya gede lho...". Padahal, saya suka sekali minum air es.

Penasaran, saya pun tanya ke dokter kandungan saya... Menurut informasi dari beliau, belum ada riset yang membuktikan hubungan antara ukuran bayi yang besar dengan ibu hamil yang minum es. Jadi sebenarnya gak masalah.
Yang bisa memicu bayi menjadi besar adalah kalau si ibu terlalu sering mengkonsumsi Es krim, Es campur, Es teler atau Es dawet dan sejenisnya. Dan yang membuat si bayi besar bukan karena es-nya tapi karena kandungan gula di jenis-jenis es yang saya sebut tadi... Sedangkan untuk air es, atau es batu, yang sebenarnya adalah hanya air yang didinginkan/dibekukan, sama saja sifatnya dengan air putih yang tidak mengandung kalori, sehingga tidak akan membuat gemuk baik untuk ibu maupun baby-nya...

Sabtu, 02 Oktober 2010

MITONI --7 BULANAN


Kemarin, 1 oktober 2010, aku mengadakan acara mitoni atau tujuh bulanan di rumah mertua. Aku dan suami memang asli keturunan jawa, tapi kami dan orang tua kami gak begitu paham dengan adat-adat jawa. Dulu, waktu acara nikahan kami pun, segala macam adat jawa yang dijalani murni instruksi dari si dukun manten. Begitu juga adat-adat saat kehamilanku.

Sebelumnya, kurang lebih 3,5 bulan lalu, papa-ku juga mengadakan acara "ngupati" di rumah beliau. Ngupati berasal dari kata papat atau empat dan kupat. Acara ini diselenggarakan dalam rangka syukuran kehamilan usia 4 bulan, dimana konon di usia ini janin dalan kandungan ditiupkan nyawanya oleh Yang Maha Kuasa. Tapi di kampung tempat ayahku tinggal, acara ngupati ini diadakan bukan saat usia kandungan 4 bulan, melainkan usia kandungan 3 bulan 10 hari... Acaranya berupa pengajian, membaca sura Yasin, Surat Yusuf (konon agar bila anaknya laki-laki akan setampan nabi Yusuf) dan surat Maryam (dan jika anaknya perempuan, maka budi pekertinya akan semulia Siti Maryam). Ibu-ibu dilingkungan situ juga membuat bedak dari tumbukan beras kencur yang sudah dibacakan surat-surat tersebut untuk dioleskan ke perut si ibu hamil.

Nah, acara syukuran selanjutnya adalah "mitoni", atau 7 bulanan. Beberapa teman yang sudah punya anak memberikan pendapatnya. Kata sebagian dari mereka, kalau kita sudah mengadakan acara ngupati, maka acara mitoni tidak perlu diadakan. Mitoni berasal dari kata "pitu" yang artinya adalah tujuh. Inti dari acara ini adalah meminta kesehatan dan keselamatan bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Kalau berdasarkan adat murni jawa, acara mitoni cukup ribet juga karena terdiri dari;
1. Siraman, si calon ibu dimandikan dengan air yang berasal dari 7 mata air yang berbeda. Siraman dilakukan oleh 7 orang yang dituakan dalam keluarga.
2. Memasukan telur oleh calon ayah melalui perut istrinya. Dengan harapan, bayi akan lahir dengan lancar tanpa ada aral melintang. Dan konon, kalau telur yang dijatuhkan pecah berarti anak yang dikandung adalah perempuan, pun sebaliknya, jika tidak pecah maka anaknya laki-laki.
3. Calon nenek menggendong kelapa gading yang kedua sisinya digambari tokoh Kamajaya (laki-laki) dan dewi Ratih (perempuan) yang kemudian dimasukkan ke dalam sarung/kain yang dipakai calon ibu. Setelah itu calon ayah mengambil kelapa itu dan dibelah menjadi 2. Potongan kelapa yang lebih besar dibagian gambar yang mana akan menunjukan jenis kelamin anaknya kelak.
4. Upacara ganti jarik 7 rupa. Si calon ibu akan dipakaikan 7 macam motif jarik. Motif yang umum digunakan adalah sidomukti, sidoluhur, truntum, parangkusuma, semen rama, udan riris dan cakar ayam.

Selain rentetan tata cara diatas tadi, ada juga beberapa adat yang tiap kampung bahkan tiap keluarga berbeda-beda. Ada yang pakai acara menangkap belut, jualan dawet atau rujak, dan lain-lain.
Tapi tenang saudara-saudara, acaraku kemarin cukup sederhana kok hehehehe...
Dimulai sore habis ashar, suamiku mengumpulkan anak-anak kecil dan membuat uang-uangan dari pecahan genting untuk (pura-puranya) membeli dawet dan rujak yang aku jual di depan rumah. Dan...jualanku laris manis lho... omset 40 juta dollar alias 40 keping pecahan genting hehehe... Dilanjutkan malamnya sehabis Isya, pengajian Yasinan dengan mengundang warga sekitar dan teman-teman dekat.

Intinya kan minta di doakan biar Si ibu dan si Jabang bayi sehat dan selamat kan... Amiiin...